Lomba Blog UNAIR Berhadiah 6 Unit Smartphone iPhone, Asus & Oppo

UNAIR Blogging Competition - Fun Experience with UNAIRUNAIR Blogging Competition – Fun Experience with UNAIR

Lomba Blog UNAIR Berhadiah 6 Unit Smartphone iPhone, Asus & Oppo – Universitas Airlangga mengadakan event Unair Blogging Competition, untuk kalian yang ingin mengasah kreatifitas menulismu, langsung saja gabung di dalam kontes ini untuk ikut cari kesempatan menangin hadiah gadget kece, seperti iphone SE, Smartphone Oppo dan ASus untuk masing-masing kategori, selain itu juga ada sertifikat khusus untuk para pemenangnya. Informasi selengkapnya bisa cek dibawah ini ya

TEMA : UNAIR Blogging Competition – Fun Experience with UNAIR

OLEH : Universitas Airlangga

UNTUK : Umum dan Mahasiswa

PERIODE: 5 Oktober – 22 Desember 2016
Pengumuman Pemenang 23 Desember 2016 di bpp.unair.ac.id/news/lomba.url serta akun Sosial Media UNAIR

HADIAH:

  1. Juara tingkat 1 iphone SE (2 unit untuk 2 kategori) + Setifikat
  2. Juara tingkat 2 HP merk Oppo (2 unit 2 kategori) + Sertifikat
  3. Juara tingkat 2 HP merk Asus (2 unit 2 kategori) + Sertifikat

CARANYA?

  1. Like fanpage Unair>>
  2. Follow twitter UNAIR>>
  3. Buatlah konten di blog berupa tulisan atau vlog atau comic strip atau kombinasi dengan tema Fun Experience with UNAIR
  4. Artikel minimal 300 kata mengenai pengalaman positif anda dengan UNAIR
  5. Kamu bisa mengikuti kontes ini dalam dua kategori “Mahasiswa” dan “Umum”
  6. Tambahakn hyperlink ke website unair
  7. Wajib pasang banner lomba
  8. Share artikel yang sudah di publikasikan ke sosmed kamu
  9. Daftarkan diri ke website kontes Lomba blog (tekan tombol IKUT SEKARANG dibawah ini)
  10. Syarat dan ketentuan berlaku

Donald TrumpImage copyrightREUTERS

Komentar ‘anti-Muslim’ yang disampaikan Donald Trump tidak hanya dikecam oleh komunitas Muslim tapi juga umat Kristen di Amerika Serikat, kata wartawan BBC Zuhura Yunus.

Ketika BBC berkunjung ke negara bagian Michigan, terasa kekesalan warga Muslim dan Kristen atas pernyataan Trump tersebut.

“Sesudah Trump mengeluarkan pernyataan tersebut, banyak yang menghina atau melecehkan perempuan-perempuan Muslim yang berjilbab,” kata Sheikh Mamoudu Ceesay, imam di masjid di Davison.

Masjid ini juga menjadi pusat kegiatan Muslim AS yang berasal dari Afrika. Bagi warga Muslim, pernyataan Trump yang menentang imigran dan menyerukan pelarangan masuknya warga Muslim ke AS, telah memicu Islamophobia.

Ceesay yang berasal dari Gambia mengatakan ancaman terhadap warga Muslim membuat beberapa masjid mengetatkan pengamanan.

“Ia (Trump) membuat kami merasa tidak aman. Ia mengeluarkan banyak pernyataan (yang membahayakan kami),” tambah Ceesay.

“Ada banyak laki-laki dan perempuan Muslim di dinas militer Amerika. Mereka mempertahankan negara ini … kami melakukan hal yang sama (dengan warga lain). Ketika kami melakukan hal-hal yang baik, tak ada yang membicarakannya,” kata Ceesay.

Dari sisi persentase, jumlah warga Muslim tak begitu besar, namun suara mereka makin penting.

Michigan memilliki salah satu komunitas Muslim terbesar di Amerika dengan jumlahnya terus bertambah dari tahun ke tahun.

Berbagai pernyataan saat kampanye mendorong komunitas Muslim untuk menggunakan hak suara. Berbagai jajak pendapat menunjukkan 86% komunitas Muslim AS akan mencoblos di hari pemungutan suara.

Suara komunitas Kristen di Michigan

Donald TrumpImage copyrightGETTY IMAGES

Kecaman untuk Trump tak hanya datang dari komunitas Muslim.

Ketika Trump berkampanye di Detroit beberapa waktu lalu, ia dicemooh saat hadir di gereja Amerika Afrika.

Secara umum, sentimen anti-Trump terasa di berbagai gereja di Amerika, termasuk di salah satu gereja Adven di Detroit.

“Komentar Trump tak hanya menghina Muslim. Yang terhina adalah komunitas Muslim, Kristen, dan banyak orang lainnya,” kata Pastor Christopher Mwashinga.

Ia merasa pernyataan Trump bisa membahayaan kebebasan beragama dan merupakan preseden yang berbahaya.

“Jika ada calon yang menjadikan satu agama sebagai sasaran, ia bisa menjadikan agama lain, juga sebagai sasaran. Ini soal prinsip. Mestinya ia tak boleh melakukannya,” kata Pastor Mwashinga.

Ada sebagian kecil komunitas Muslim yang mendukung Trump, namun sebagian besar mengecam pebisnis New York tersebut.

Banyak yang meyakini berbagai pernyataan Trump tentang Islam dan imigrasi berdampak buruk terhadap Trump .

diambil dari BBC INDONESIA

AhokImage copyrightAPImage captionBasuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjalani pemeriksaan selama sembilan jam di Mabes Polri.

Kepolisian memastikan akan melakukan gelar perkara secara terbuka kasus dugaan penistaan agama dengan terlapor Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaya Purnama alis Ahok, pekan depan. Meski demikian pengamat mengatakan gelar perkara kasus Ahok, tak perlu disiarkan secara langsung oleh televisi.

Analis Kebijakan Madya Divisi umas Polri, Kombes Rikwanto mengatakan gelar perkara terbuka ini pertama kali dilakukan dan kepolisian tengah mempersiapkan masalah teknisnya.

“Memang pertama dilakukan, kita akan membuat desainnya, akan membuat settingnya, sedang berjalan prosesnya ini, tempat di mana, setting di mana, undangannya, kemudian bagaimana liputannya, bagaimana mekanismenya ini, kita sedang godok dengan tim yang dibentuk semoga bisa terlaksana gelar perkara tersebut dengan baik,” jelas Rikwanto.

Proses hukum yang transparan dan gelar perkara terbuka untuk kasus dugaan penistaan agama ini pertama kali disampaikan oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian setelah bertemu dengan Presiden Jokowi pada Sabtu malam.

Pengunggah video Ahok ‘agak kaget’ kasus jadi panas

Polri anggap jawaban Ahok sudah mencukupi

Pertemuan dilakukan setelah demonstrasi yang diikuti puluhan ribu orang menuntut proses hukum terhadap kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Demo ahokImage copyrightREUTERSImage captionPuluhan ribu orang menggelar aksi menuntut Ahok ditangkap dalam kasus dugaan penistaan agama.

Perang opini” dan “intimidasi saksi”

Anggota Komisi III dari Fraksi PKS Nasir Jamil mengatakan selama ini gelar perkara yang dilakukan oleh kepolisian dilakukan secara rahasia untuk menjaga independensi para penyidik tetapi jika memang dilakukan secara terbuka seperti perintah presiden, tetapi harus ada batasannya dan dikhawatirkan menimbulkan perang opini.

“Jangan sampai kemudian yang terjadi adalah pengadilan opini artinya ada dua pengadilan di media dan di pengadilan sebenarnya, terbukanya itu harus terbatas karena masih dalam tahap penyelidikan, kalau terbuka itu harus terbatas. Batas-batasnnya harus diatur mana yang bisa dikonsumsi oleh publik, dan mana yang tidak bisa,” jelas Nasir.

Dosen di Sekolah Tinggi Hukum Jentera, Bivitri Susanti mengatakan memang tidak ada aturan yang melarang gelar perkara dilakukan terbuka dan disiarkan secara langsung melalui televisi, tetapi jika itu dilakukan dikhawatirkan berpotensi melanggar prinsip hukum.

“Akan ada potensi anggapan di masyarakat ini seolah sidang pengadilan, padahal sebenarnya gelar perkara ini ‘kan adalah simulasi,” jelas dia.

Demo AhokImage copyrightGETTY IMAGESImage captionDemo tuntut proses hukum terhadap Ahok yang semula damai berakhir rusuh.

Bivitri juga mengkhawatirkan adanya ‘intimidasi’ terhadap para saksi.

“Ada potensi pihak yang terlibat dalam gelar perkara itu akan mendapatkan intimidasi misalnya karena kasus ini sangat kontrovesial dan pro-kontranya luar biasanya tajam di kalangan masyarakat, bisa saja ahli bahasa dan sosiologi dan sebagainya juga tidak bisa memberikan keterangan yang independen karena kekhawatiran akan ada intimidasi dari masyarakat yang tidak setuju yang menganggap yang dilakukan oleh Ahok itu adalah penistaan agama, Itu yang dikhawatirkan. Dan juga bagi kepolisian sendiri bahkan ada intimidasi yang besar ,” jelas Bivitri.

Dia mengatakan tidak sepakat gelar perkara dilakukan secara terbuka, dan transparansi bisa dilakukan oleh polisi dengan menyampaikan siapa saksi yang dipanggil dan juga perkembangan dari penyelidikan.

diambil dari BBC INDONESIA

Lima orang aktivis Himpunan Mahasiswa Islam, HMI, telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penyerangan terhadap anggota polisi dalam unjuk rasa 4 November yang berakhir ricuh, kata polisi.

Sebelumnya polisi telah menangkap para aktivis HMI itu pada Senin (07/11) malam. Mereka diciduk di tempat terpisah yaitu di sekretariat PB HMI, Jalan Sultan Agung, Jakarta Selatan dan di kediaman seorang anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

“Lima orang sudah menjadi tersangka. Mereka masih diperiksa,” kata juru bicara Polda Metro Jaya Awi Setiyono kepada BBC Indonesia, Selasa (08/11) pagi.

Kelima orang itu, menurut Awi, melakukan penyerangan terhadap petugas kepolisian saat unjuk rasa menuntut dipenjarakannya Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama diadili.

“Mereka menyerang petugas yang sedang melakukan pengamanan,” tambahnya.

Sejumlah pemberitaan menyebutkan, penangkapan ini sempat dipertanyakan oleh aktivis HMI. Mereka menyebut tindakan polisi itu melanggar hukum.

Demonstrasi yang dihadiri puluhan ribu orang, yang dipimpin oleh Front Pembela Islam, Jumat (04/11), semula berjalan relatif tertib. Tetapi sesudah lewat petang, unjuk rasa itu menjadi ricuh.

Sejumlah laporan media menyebutkan, ketika terjadi kericuhan, ada sejumlah orang yang beratribut HMI di antara massa pendemo.

demo 4 novemberImage copyrightAPImage captionMassa yang bertahan di depan istana melempar batu, menyerang polisi dengan tongkat kayu, dan polisi membalasnya dengan tembakan gas air mata dan semprotan air.

Massa yang bertahan di depan istana melempar batu, menyerang polisi dengan tongkat kayu, dan polisi membalasnya dengan tembakan gas air mata dan sempotran air.

Kericuhan ini terjadi setelah Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima sejumlah perwakilan pengunjuk rasa sekitar pukul 18.00.

Pemerintah berjanji untuk menyelesaikan penyelidikan kasus dugaan penistaan agama dengan terlapor Gubernur DKI Jakarta, Basuki TJahaja Purnama alias Ahok.

Dalam jumpa pers mendadak pada Jumat (04/11) malam itu juga, Presiden Joko Widodo menyebut kericuhan itu ditunggangi aktor-aktor politik yang memanfaatkan situasi.

 

diambil dari BBC Indonesia

Anda yang muslim, yang menganggap pemimpin itu harus muslim, cobalah bertanya, mengapa kita punya begitu banyak partai Islam? Mengapa kita tidak punya satu saja partai Islam? Untuk apa sih partai Islam itu? Untuk memperjuangkan Islam, bukan? Islam itu satu, bukan? Tapi mengapa untuk memperjuangkan sesuatu yang tunggal diperlukan banyak wadah?

Jawabannya sederhana, karena mereka itu partai politik. Anggotanya adalah politikus. Untuk apa orang berpolitik? Untuk meraih kekuasaan, lalu membaginya. Itu dulu. Kekuasaan itu biasanya akan berkaitan dengan uang. Maka, berbagi kekuasaan nyaris identik dengan berbagi uang. Merebut kekuasaan nyaris identik dengan merebut uang.

Itu adalah jawaban yang fatalis dan terlalu menyederhanakan. Masih sangat mungkin ada politikus baik, yang menggunakan kekuasaannya untuk kebaikan. Kita harus percaya itu, kalau tidak kita sulit untuk percaya pada politik. Persoalannya, kita harus menilai, apakah para politikus dari partai-partai Islam itu telah memerankan diri mereka sebagai pejuang Islam, atau sekedar sebagai politikus perebut kekuasaan?

Partai-partai Islam pernah bersatu dalam satu wadah, yaitu Masjumi. Masjumi didirikan oleh tokoh-tokoh organisasi Islam seperti NU, Muhammadiyah, Persatuan Umat Islam Indonesia, dan Partai Sjarikat Islam Indonesia. Namun keberadaan partai ini sebagai partai tunggal hanya berlangsung selama 2 tahun Tahun 1947 PSII keluar dari Masjumi. Motifnya, untuk mendapatkan jatah kursi di Kabinet Amir Sjarifudin. Masjumi yang tadinya menolak kabinet ini akhirnya bergabung juga.

Perpecahan tidak hanya sampai di situ. Orang-orang NU yang sebenarnya merupakan bagian utama Masjumi, hanya mendapat posisi di Majelis Sjura. Posisi eksekutif ditempati oleh kalangan “modernis” yaitu Natsir, Roem, dan Sjafrudin. Hal ini menimbulkan kecemburuan. Lalu akhirnya NU juga menyatakan keluar dari Masjumi. Pada pemilu 1955 keduanya bersaing, menghasilkan Masjumi di posisi kedua, dan NU di posisi ketiga. Posisi pertama ditempati oleh PNI.

Setelah itu partai-partai Islam tidak pernah bersatu. Soeharto mencoba menyatukannya dalam wadah PPP. Tapi yang bersatu cuma wadahnya saja, isinya tetap konflik oleh orang-orang yang saling sikut untuk merebut kekuasaan. Ketika Soeharto jatuh, partai itu kocar kacir, menghasilkan banyak partai baru. Itu masih ditambah lagi dengan partai-partai lain, yang tidak pernah punya sejarah khusus dengan PPP.

Jadi, apa yang mereka perjuangkan? Perebutan kekuasaan. Kalaupun ada yang bekerja dan berjuang untuk kepentingan umat Islam, itu hanya segelintir saja.

Kekuasaan adalah hal yang nikmat. Ada begitu banyak tokoh yang tadinya adalah orang biasa, orang pinggiran. Tiba-tiba mereka bisa jadi orang terhormat, melalui politik. Mereka jadi menteri, anggota dewan, dan pejabat negara lainnya. Uang, kedudukan, eksistensi, semua bisa mereka nikmati. Lalu, bagaimana mungkin orang-orang ini akan menjadikan perjuangan untuk umat sebagai prioritas? Tidak mungkin. Memperjuangkan umat memerlukan sikap konsisten, termasuk di dalamnya mengorbankan jabatan dan kedudukan. Nah, itu yang tidak mungkin terjadi. Yang banyak terjadi adalah penghimpunan kekuatan politik untuk terus bertahan. Kekuatan itu komponen utamanya adalah uang. Jadi, mereka biasanya sangat sibuk mengumpulkan uang.

Tapi kenapa mereka masih didukung oleh banyak orang? Karena mereka menjual ayat. Mereka memanfaatkan ketakutan orang pada siksa neraka. Maka mereka membangun dalil, bahwa haram hukumnya memilih pemimpin yang bukan muslim. Benarkah? Kalau begitu, bagaimana hukumnya bernegara yang bukan negara Islam? Haram atau halal? Kalau memilih pemimpin yang non-muslim itu haram, seharusnya bernegara yang bukan negara Islam juga haram, bukan? Nah, bagaimana hukumnya berpolitik di dalam sistem yang bukan sistem Islam?

Jangan berharap ada konsistensi dari mereka. Mereka tidak benar-benar memperjuangkan kepemimpinan Islam. Ketika mereka benar-benar mendapat kekuasaan untuk jadi pemimpin, mereka juga tidak berkelakuan seperti layaknya pemimpin Islam. Mereka korup dan mencuri.

Di hadapan mereka berdiri orang-orang bodoh yang takut pada siksa neraka bila tidak memilih pemimpin Islam. Mereka menikmati betul kebodohan itu, karena kebodohan itu telah mendatangkan banyak uang. Mereka adalah orang-orang yang menjual Islam.

http://abdurakhman.com/politik-menjual-islam/

Marquez: “I had a lot of problems with the front end”

The GP of France was a tough race for the Repsol Honda riders.

As Marc began to experience difficulty with the front, he lost places and by lap five he had dropped down to 6th place. He passed both Smith and Iannone into 4th place, then a battle ensued with Iannone with the two riders fighting for five laps and passing each other several times. Marc finally held on to take 4th and 13 important Championship points.

Marquez: “The temperature rose sharply; we had not ridden in such conditions at any time this the weekend. On the fourth lap I started to notice that I had a lot of problems with the front end. I think all the Hondas had the same trouble; in fact a lot crashed after losing front grip because we were really suffering. We knew that with a rise in temperature, conditions change, but we expected it to be for the better and this time it was for the worse. We must learn from this race and especially from the data we have gathered.”

Sep 17 2014

.:: OFFICE 365 ::.

wandono | Uncategorized | 1 Comment

Office 365 memiliki layanan utama untuk mendukung aktivitas kerja, yaitu :

Exchange Online

Selain berfungsi sebagai email, Exchange Online juga menyediakan kalender, kontak pada perangkat dan browser yang Anda pilih dengan berlangganan per bulan untuk per pengguna, tanpa perlu mengelola server. Dan keuntungan-keuntungan dari pengunaan Exchange Online adalah sebagai berikut :

  • Tetap terhubung tak masalah dimanapun Anda bekerja. Akses email, kalender, dan kontak Anda dari PC, tablet, telepon genggam, dan web browser anda.
  • Mengelola sistem email Anda secara efisien.
  • Migrasi secara mudah
  • Nikmati email yang familiar. Integrasi yang lengkap dengan Outlook membantu Anda dalam menjaga produktivitas pengguna. Dan dengan sinkronisasi mobile, Anda dapat mengakses dan memperbarui info Anda walaupun Anda sedang bepergia.
  • Dapatkan kombinasi yang unggul: kehandalan, keamanan, dan dukungan. Mengandalkan garansi hingga 99.9% dengan dukungan SLA secara finansial, ditambah perlindungan anti-malware dan anti-spam, dan dukungan telepon yang tersedia live 24 jam dalam 7 hari.

SharePoint Online

Office  365 menyediakan berbagai web apps yang memunkinkan pengguna untuk mengedit dokumen Microsoft Word, Excel, PowerPoint dan OneNote dari browser mereka. Salah satu fitur yang disebut SharePoint adalah situs tim yang memungkinkan beberapa pengguna yang bekerja bersama-sama pada dokumen yang sama pada waktu yang sama. Sebagai contoh, jika Anda sedang membangun presentasi PowerPoint, seorang pengguna dapat bekerja pada teks sementara lain dapat membangun bagan dari browser mereka masing-masing. Beberapa fitur unggulan :

  • Berbagi dan mengelola dokumen penting secara cepat, baik online dan offline
  • Dapat mengundang pengguna luar untuk bekerja pada projek, dokumen, dan data penting lainnya
  • Menjaga setiap orang untuk up to date dengan berita dan informasi perusahaan.

Lync Online

Lync Online adalah alat komunikasi Microsoft untuk usaha kecil, menawarkan banyak fitur sperti Skype, AIM dan Google chatting dan sudah memanfaatkan   pesan instan, panggilan video dan kemampuan  rumah pertemuan online. Anda dapat berbagi dokumen melalui papan putih virtual ala Google Wave , dan small businesses akan mampu mengendalikan tingkat permision yang mereka berikan pada karyawan mereka. Fitur-fitur yang tersedia :

  • Informasi presensi yang bersifat real-time­ – meliputi foto, availability status, dan lokasi – dan  pesan instan (IM) yang semakin canggih untuk berhubungan secara efisien dan efektif
  • Membuat voice calls melalui komputer Anda dengan pengguna Lync lainnya di dalam organisasi atau di organisasi lainnya yang menggunakan Lync
  • Memperoleh work number tunggal untuk membuat dan menerima panggilan ke semua nomor telepon
  • Membuat, memoderasi, dan bergabung pada pre-planned dan on-the-fly audio, video, danweb meetings dengan orang-orang di dalam dan di luar organisasi Anda
  • Presentasi online yang semakin meningkat dengan screen-sharing dan virtual whiteboards

Paket Office 365 yang diberikan antara lain :

  • Office 365 ProPlus yang berisi paket aplikasi Office terlengkap dan terbaru “Word, Excel, PowerPoint, OneNote, Outlook, Publisher, InfoPath dan Access” yang dikemas sebagai layanan yang dapat digunakan di maksimum 5 perangkat dengan harga 1,5 juta rupiah.
  • Office 365 Midsize Business yang dirancang untuk bisnis skala menegah dengan 10 hingga 250 pegawai. Layanan ini juga mencakup Office 365 ProPlus serta layanan komunikasi dan kolaborasi kelas enterprise dari Exchange Online, Lync Online dan SharePoint Online dengan harga 1,74 juta rupiah.
  • Office 365 Small Business Premium. Office 365 Small Business Premium dirancang bagi bisnis kecil dengan jumlah pengguna 1 hingga 10 orang. Selain aplikasi Office yang kaya fitur, pengguna juga mendapatkan fasilitas email bisnis, kalendar bersama, perangkat pengelolaan website serta kemampuan video konferensi HD dalam layanan yang mudah dikelola tanpa memerlukan keahlian TI khusus dengan harga 1,5 juta rupiah.

Berbicara secara umum, Office 365 memberikan keuntungan dari berkolaborasi dan menghubungkan organisasi anda dan menjadi lebih produktif tanpa kerumitan server lokal.  Akhirnya memberikan kita kemampuan untuk fokus pada bisnis yang sebenarnya, Dan jika anda ingin mencobanya terlebih dahulu, disediakan 30 hari trail untuk mencoba layanan Office 365 ini pada situs resminya http://office365.microsoft.com/

American global cigarette and tobacco company Philip Morris International (PMI) has launched an aggressive new marketing campaign to revitalize its Marlboro brand in more than 50 countries despite a German court’s findings that the campaign targets youth and similar complaints in other countries, a report issued today by six international public health organizations says.

The new report titled You’re the Target reveals that to target the youth, the cowboy on the horse has been replaced with youth on a mountain bike and snowboard.

The Southeast Asia Tobacco Control Alliance (SEATCA) said PMI had continued to aggressively roll-out the newly launched “Be Marlboro” campaign globally, including in Indonesia and the Philippines where smoking prevalence remained high.

“Both the Philippines and Indonesia are cash cows for PMI and other tobacco companies,” SEATCA senior policy advisor Mary Assunta said in a release made available to The Jakarta Post on Thursday.

There are 17 million smokers in the Philippines and 65 million smokers in Indonesia, reports say.

“The fact that PMI continues with the Marlboro campaign in Asia despite being found guilty in Germany only goes to show they want Asia’s children no matter what. We have to stop them and protect our children using stringent laws,” said Assunta.

Launched in Germany in 2011, the global marketing campaign associates smoking Marlboro with a youth-friendly lifestyle of risk-taking, exploration and freedom by delivering a message “Don’t Be a Maybe. Be Marlboro”.

The ads feature images of attractive young people engaging in adventure sports such as snowboarding, mountain biking, partying, falling in love, and playing music.

The campaign tells young audiences that “Maybe never fell in love” or “A maybe is not invited” and they should define themselves by choosing to “Be Marlboro”.

In October 2013, a German court banned the “Be Marlboro” campaign, saying that it encouraged children as young as 14 to smoke in violation of Germany’s tobacco advertising law.

“The advertising specifically targets risk-taking, rebellious youths,” the court said. Complaints that the campaign targets youth and violates advertising regulations have also been filed in Brazil, Colombia and Switzerland. (Jakarta Post)

Awal 2013 ini, peringkat Universitas Airlangga (Unair) versi Webometrics meningkat. Peringkat Unair secara nasional berada di posisi 10 besar Indonesia. Di tingkat Asia Tenggara menempati urutan ke-32 dan peringkat dunia ke-929.

Sebelumnya, berdasarkan data Webometrics per Juli 2012, Unair menempati peringkat ke-11 nasional. Peringkat di Asia Tenggara, Unair menempati peringkat ke-35 dan peringkat dunia ke-988.

Ketua Pusat Informasi dan Humas (PIH) Unair MG Bagus Ani Putra di Surabaya, Kamis (7/2/2013), membenarkan peringkat Unair versi Webometrics naik awal 2013.

Ketua Badan Perencanaan dan Pengembangan (BPP) Unair Tjitjik Srie Tjahjandarie mengatakan, yang perlu diapresiasi adalah kenaikan peringkat dunia versi Webometrics yang signifikan dari tahun 2012, dari ke-988 menjadi ke-929.

Kenaikan peringkat versi Webometrics tersebut karena penataan sistem informasi (SI) di lingkungan Unair yang sudah dilakukan secara gradual mulai strata satu (S-1). Penataan S-1 di Unair dikembangkan melalui Universitas Airlangga Cyber Campus (UACC) di bawah naungan Direktorat Sistem Infomasi (DSI) Unair.

Lebih lanjut Tjijik menjelaskan, untuk 2013, Unair akan mengembangkan website matahari. “Web matahari akan menjadi pusat data di Unair,” ungkapnya.

Web berkonsep matahari ditargetkan selesai semester satu tahun ini atau sekitar Juni. Nantinya, data dosen dan kepakaran di Unair akan dijadikan arsip digital, dan diintegrasikan melalui web tersebut. Melalui penataan S-1 itu, ke depan, peringkat Webometrics Unair diprekdisikan akan terus meningkat.

“Prediksinya akan naik terus melalui penataan S-1 yang baru itu,” katanya.

Webometrics merupakan salah satu versi pemeringkatan perguruan tinggi di dunia. Parameter yang menjadi penilaian Webometrics, yaitu Size (S), Visibility (V), Rich Files (R), dan Scholar (Sr).

Size adalah jumlah halaman yang ditemukan di mesin pencari dan Visibility adalah jumlah tautan eksternal. Sementara Rich Files adalah volume data yang ada di suatu perguruan tinggi, dan Scholar jumlah tulisan ilmiah.

Berdasarkan situs webometrics.info per Januari 2013, Unair berada pada posisi ke-10 setelah Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (peringkat ke-8) dan Universitas Padjadjaran Bandung (peringkat ke-9).

Peringkat tiga besar nasional versi Webometrics ditempati Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (peringkat ke-1). Institut Teknologi Bandung (peringkat ke-2), dan Universitas Indonesia (peringkat ke-3).

Nahhhh akhirnya ada yang mau membuat tulisan bagus masalah bertahun2 ini….
Berikut ini saya sampaikan tulisan seorang PROFESOR tentang HAL itu :
Warning Profesor Minim Penelitian
Oleh: Agoes Soegianto
Guru Besar Biologi Lingkungan, Universitas Airlangga, Memegang H-index 3

Profesor Djoko Santoso, direktur jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemendikbud, ternyata sudah lama memendam keprihatinan soal sangat sedikitnya karya ilmiah yang dihasilkan para profesor (guru besar). Terlebih lagi yang sampai dapat diterbitkan di jurnal ilmiah internasional yang terindeks di Scopus (Jawa Pos, Senin 3 Desember 2012).

Saat ini diperkirakan ada sekitar 5.000 orang guru besar (gubes) di seluruh Indonesia. Menurut Dirjen Dikti, di antara jumlah tersebut, hanya sedikit yang karyanya ikut meramaikan publikasi jurnal ilmiah internasional (JII). Sesuai dengan pelacakan saya, dari 150 gubes dari seluruh Indonesia yang secara acak namanya saya lacak di Scopus Elsevier, hanya sekitar 15 persen yang karyanya dimuat di JII dan hanya sekitar 6 persen yang karyanya dikutip (cited) oleh peneliti lain.

Hal ini menunjukkan bahwa walaupun dapat terbit di JII, suatu karya ilmiah tersebut belum tentu menarik bagi peneliti lain. Tidak menarik, antara lain, karena hasil penemuan atau metodenya tidak baru. Indeks sitasi tersebut diberi simbol H-index Author. Makin banyak suatu karya ilmiah seorang peneliti dikutip oleh peneliti lain akan semakin tinggi nilai H-index peneliti tersebut.

Scopus adalah pusat data milik Elsevier (penerbit ilmiah raksasa dunia) yang mendata karya ilmiah peneliti di seluruh dunia yang terbit di lebih dari 18 ribu jurnal dan publikasi internasional. Melalui Scopus, kita dapat mengetahui sudah seberapa banyak publikasi internasional yang telah kita tulis. Melalui Scopus, kita juga dapat mengetahui siapa, dari universitas mana, dari negara mana, dan jurnal apa yang mengutip tulisan (karya ilmiah) kita. Nah, dari Scopus inilah, Dirjen Dikti bisa mengetahui fakta memprihatinkan profesor kita.

Tidak heran bila Dirjen Dikti menegaskan bahwa setiap calon gubes wajib menerbitkan dulu karya ilmiahnya di JII sebagai syarat jadi gubes. Ditjen Dikti hanya mengakui bila karya ilmiah tersebut dimuat dalam JII yang terindeks dalam Scopus. Hal ini memang tidak berlebihan. Sebab, di dunia terdapat lebih dari 50 ribu JII dan hanya sekitar 18 ribu JII yang mempunyai kualitas baik dan semua itu bisa dilacak di Scopus.

Seorang guru besar memang dituntut untuk mampu memublikasikan karyanya di JII. Dengan semakin banyak karya ilmiah yang ditulis di JII, kemampuan akademik (keilmuan) seorang gubes akan terus terasah dan terus dapat mengikuti perkembangan keilmuannya di tingkat dunia. Publikasi di JII sangat penting dilakukan oleh profesor dan calon profesor. Fungsinya, membuktikan apakah tingkat keilmuannya sudah layak dianggap sebagai gubes atau belum di tingkat dunia.

Mengapa demikian? Sebab, umumnya, sebelum dapat diterbitkan di JII, karya ilmiah tersebut harus di-review (ditelaah) oleh sekurang-kurangnya dua ahli sebidang dari negara lain. Jika hasil review baik, karya ilmiah tersebut baru layak untuk diterbitkan di JII.

Menurut pengalaman saya, memang sangat tidak mudah menulis karya ilmiah yang layak terbit di JII (yang terindeks di Scopus). Sebab, pada umumnya, mereka hanya menerima karya penelitian yang baik dan orisinal. Bahkan, ada JII yang menolak 60 persen karya yang masuk.

Ketegasan Dirjen Dikti yang mengharuskan calon gubes dan juga gubes agar melakukan publikasi di JII perlu diapresiasi dan kita dukung jika Indonesia ingin memiliki gubes yang berkualitas akademik internasional. Di negara maju, seperti Eropa dan AS, seseorang baru dapat diusulkan menjadi profesor bila yang bersangkutan memiliki nilai H-index sekurang-kurangnya 12. Untuk dapat mencapai nilai H-indextersebut, sekurang-kurangnya dibutuhkan 60-100 publikasi internasional. Di Indonesia hanya sekitar 6 persen dari total gubes (sekitar 5.000 orang) yang ada yang mempunyai nilai H-index. Itu pun baru antara 1-8. Sisanya, 94 persen, masih berkategori undefined. Memprihatinkan memang.

Menjadi gubes di Indonesia memang belum mensyaratkan indeks sitasi (H-index) ini. Kalau H-index ini dijadikan salah satu syarat menjadi gubes, akan sangat sedikit jumlah gubes kita. Ditjen Dikti menyadari hal ini. Karena itu, calon profesor hanya dipersyaratkan memiliki karya ilmiah yang termuat di JII yang terindeks di Scopus. Berapa jumlahnya? Tidak ditetapkan.

Menurut pengalaman saya, jika mempunyai sekurang-kurangnya tiga publikasi di JII-Scopus, setelah 3-5 tahun, seseorang akan mempunyai H-index >= 1. Dengan begitu, jumlah publikasi internasional yang diperlukan seorang calon gubes untuk menjadi gubes idealnya tiga buah. Nilai ini tentu saja masih sangat rendah jika dibandingkan dengan calon profesor di negara maju yang harus terlebih dulu memiliki H-index >= 12. Asisten profesor di Eropa memiliki H-index = 3 - 5.

Bagi seseorang yang telah menjadi gubes namun belum memiliki publikasi internasional (jumlahnya lebih dari 80 persen gubes di Indonesia), Ditjen Dikti tidak dapat berbuat banyak. Ditjen Dikti hanya bisa mengimbau dan menyerahkan kepada masyarakat menilai sendiri kapabilitas ilmiah gubes tersebut. Yang bisa dilakukan Ditjen Dikti berkenaan dengan gubes yang ada, sesuai dengan yang diamanatkan undang-undang, adalah mem-warning bahwa dalam masa tiga tahun seorang gubes harus melakukan kewajiban khusus (tambahan), yaitu menulis buku, karya ilmiah (publikasi), dan menyebarluaskan gagasannya untuk masyarakat.

Jika selama tiga tahun berturut-turut tidak menjalankan tiga aktivitas tersebut, tunjangan kehormatan gubesnya akan dicabut. Memang, banyak dosen setelah mendapat jabatan gubes bukannya memperbanyak kegiatan penelitian dan meningkatkan kualitas penelitiannya, namun malah berhenti untuk melakukan kegiatan penelitian dan memilih banyak mengajar. Bahkan, banyak di antara mereka berlomba-lomba mengejar jabatan administratif sebagai pengelola perguruan tinggi atau lembaga lain. Mudah-mudahan dengan warning ini Indonesia dapat segera memiliki gubes yang berkualitas akademik internasional.

Indonesia…oh Indonesia…..

Page 1 of 20