American global cigarette and tobacco company Philip Morris International (PMI) has launched an aggressive new marketing campaign to revitalize its Marlboro brand in more than 50 countries despite a German court’s findings that the campaign targets youth and similar complaints in other countries, a report issued today by six international public health organizations says.

The new report titled You’re the Target reveals that to target the youth, the cowboy on the horse has been replaced with youth on a mountain bike and snowboard.

The Southeast Asia Tobacco Control Alliance (SEATCA) said PMI had continued to aggressively roll-out the newly launched “Be Marlboro” campaign globally, including in Indonesia and the Philippines where smoking prevalence remained high.

“Both the Philippines and Indonesia are cash cows for PMI and other tobacco companies,” SEATCA senior policy advisor Mary Assunta said in a release made available to The Jakarta Post on Thursday.

There are 17 million smokers in the Philippines and 65 million smokers in Indonesia, reports say.

“The fact that PMI continues with the Marlboro campaign in Asia despite being found guilty in Germany only goes to show they want Asia’s children no matter what. We have to stop them and protect our children using stringent laws,” said Assunta.

Launched in Germany in 2011, the global marketing campaign associates smoking Marlboro with a youth-friendly lifestyle of risk-taking, exploration and freedom by delivering a message “Don’t Be a Maybe. Be Marlboro”.

The ads feature images of attractive young people engaging in adventure sports such as snowboarding, mountain biking, partying, falling in love, and playing music.

The campaign tells young audiences that “Maybe never fell in love” or “A maybe is not invited” and they should define themselves by choosing to “Be Marlboro”.

In October 2013, a German court banned the “Be Marlboro” campaign, saying that it encouraged children as young as 14 to smoke in violation of Germany’s tobacco advertising law.

“The advertising specifically targets risk-taking, rebellious youths,” the court said. Complaints that the campaign targets youth and violates advertising regulations have also been filed in Brazil, Colombia and Switzerland. (Jakarta Post)

Awal 2013 ini, peringkat Universitas Airlangga (Unair) versi Webometrics meningkat. Peringkat Unair secara nasional berada di posisi 10 besar Indonesia. Di tingkat Asia Tenggara menempati urutan ke-32 dan peringkat dunia ke-929.

Sebelumnya, berdasarkan data Webometrics per Juli 2012, Unair menempati peringkat ke-11 nasional. Peringkat di Asia Tenggara, Unair menempati peringkat ke-35 dan peringkat dunia ke-988.

Ketua Pusat Informasi dan Humas (PIH) Unair MG Bagus Ani Putra di Surabaya, Kamis (7/2/2013), membenarkan peringkat Unair versi Webometrics naik awal 2013.

Ketua Badan Perencanaan dan Pengembangan (BPP) Unair Tjitjik Srie Tjahjandarie mengatakan, yang perlu diapresiasi adalah kenaikan peringkat dunia versi Webometrics yang signifikan dari tahun 2012, dari ke-988 menjadi ke-929.

Kenaikan peringkat versi Webometrics tersebut karena penataan sistem informasi (SI) di lingkungan Unair yang sudah dilakukan secara gradual mulai strata satu (S-1). Penataan S-1 di Unair dikembangkan melalui Universitas Airlangga Cyber Campus (UACC) di bawah naungan Direktorat Sistem Infomasi (DSI) Unair.

Lebih lanjut Tjijik menjelaskan, untuk 2013, Unair akan mengembangkan website matahari. “Web matahari akan menjadi pusat data di Unair,” ungkapnya.

Web berkonsep matahari ditargetkan selesai semester satu tahun ini atau sekitar Juni. Nantinya, data dosen dan kepakaran di Unair akan dijadikan arsip digital, dan diintegrasikan melalui web tersebut. Melalui penataan S-1 itu, ke depan, peringkat Webometrics Unair diprekdisikan akan terus meningkat.

“Prediksinya akan naik terus melalui penataan S-1 yang baru itu,” katanya.

Webometrics merupakan salah satu versi pemeringkatan perguruan tinggi di dunia. Parameter yang menjadi penilaian Webometrics, yaitu Size (S), Visibility (V), Rich Files (R), dan Scholar (Sr).

Size adalah jumlah halaman yang ditemukan di mesin pencari dan Visibility adalah jumlah tautan eksternal. Sementara Rich Files adalah volume data yang ada di suatu perguruan tinggi, dan Scholar jumlah tulisan ilmiah.

Berdasarkan situs webometrics.info per Januari 2013, Unair berada pada posisi ke-10 setelah Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (peringkat ke-8) dan Universitas Padjadjaran Bandung (peringkat ke-9).

Peringkat tiga besar nasional versi Webometrics ditempati Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (peringkat ke-1). Institut Teknologi Bandung (peringkat ke-2), dan Universitas Indonesia (peringkat ke-3).

Nahhhh akhirnya ada yang mau membuat tulisan bagus masalah bertahun2 ini….
Berikut ini saya sampaikan tulisan seorang PROFESOR tentang HAL itu :
Warning Profesor Minim Penelitian
Oleh: Agoes Soegianto
Guru Besar Biologi Lingkungan, Universitas Airlangga, Memegang H-index 3

Profesor Djoko Santoso, direktur jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemendikbud, ternyata sudah lama memendam keprihatinan soal sangat sedikitnya karya ilmiah yang dihasilkan para profesor (guru besar). Terlebih lagi yang sampai dapat diterbitkan di jurnal ilmiah internasional yang terindeks di Scopus (Jawa Pos, Senin 3 Desember 2012).

Saat ini diperkirakan ada sekitar 5.000 orang guru besar (gubes) di seluruh Indonesia. Menurut Dirjen Dikti, di antara jumlah tersebut, hanya sedikit yang karyanya ikut meramaikan publikasi jurnal ilmiah internasional (JII). Sesuai dengan pelacakan saya, dari 150 gubes dari seluruh Indonesia yang secara acak namanya saya lacak di Scopus Elsevier, hanya sekitar 15 persen yang karyanya dimuat di JII dan hanya sekitar 6 persen yang karyanya dikutip (cited) oleh peneliti lain.

Hal ini menunjukkan bahwa walaupun dapat terbit di JII, suatu karya ilmiah tersebut belum tentu menarik bagi peneliti lain. Tidak menarik, antara lain, karena hasil penemuan atau metodenya tidak baru. Indeks sitasi tersebut diberi simbol H-index Author. Makin banyak suatu karya ilmiah seorang peneliti dikutip oleh peneliti lain akan semakin tinggi nilai H-index peneliti tersebut.

Scopus adalah pusat data milik Elsevier (penerbit ilmiah raksasa dunia) yang mendata karya ilmiah peneliti di seluruh dunia yang terbit di lebih dari 18 ribu jurnal dan publikasi internasional. Melalui Scopus, kita dapat mengetahui sudah seberapa banyak publikasi internasional yang telah kita tulis. Melalui Scopus, kita juga dapat mengetahui siapa, dari universitas mana, dari negara mana, dan jurnal apa yang mengutip tulisan (karya ilmiah) kita. Nah, dari Scopus inilah, Dirjen Dikti bisa mengetahui fakta memprihatinkan profesor kita.

Tidak heran bila Dirjen Dikti menegaskan bahwa setiap calon gubes wajib menerbitkan dulu karya ilmiahnya di JII sebagai syarat jadi gubes. Ditjen Dikti hanya mengakui bila karya ilmiah tersebut dimuat dalam JII yang terindeks dalam Scopus. Hal ini memang tidak berlebihan. Sebab, di dunia terdapat lebih dari 50 ribu JII dan hanya sekitar 18 ribu JII yang mempunyai kualitas baik dan semua itu bisa dilacak di Scopus.

Seorang guru besar memang dituntut untuk mampu memublikasikan karyanya di JII. Dengan semakin banyak karya ilmiah yang ditulis di JII, kemampuan akademik (keilmuan) seorang gubes akan terus terasah dan terus dapat mengikuti perkembangan keilmuannya di tingkat dunia. Publikasi di JII sangat penting dilakukan oleh profesor dan calon profesor. Fungsinya, membuktikan apakah tingkat keilmuannya sudah layak dianggap sebagai gubes atau belum di tingkat dunia.

Mengapa demikian? Sebab, umumnya, sebelum dapat diterbitkan di JII, karya ilmiah tersebut harus di-review (ditelaah) oleh sekurang-kurangnya dua ahli sebidang dari negara lain. Jika hasil review baik, karya ilmiah tersebut baru layak untuk diterbitkan di JII.

Menurut pengalaman saya, memang sangat tidak mudah menulis karya ilmiah yang layak terbit di JII (yang terindeks di Scopus). Sebab, pada umumnya, mereka hanya menerima karya penelitian yang baik dan orisinal. Bahkan, ada JII yang menolak 60 persen karya yang masuk.

Ketegasan Dirjen Dikti yang mengharuskan calon gubes dan juga gubes agar melakukan publikasi di JII perlu diapresiasi dan kita dukung jika Indonesia ingin memiliki gubes yang berkualitas akademik internasional. Di negara maju, seperti Eropa dan AS, seseorang baru dapat diusulkan menjadi profesor bila yang bersangkutan memiliki nilai H-index sekurang-kurangnya 12. Untuk dapat mencapai nilai H-indextersebut, sekurang-kurangnya dibutuhkan 60-100 publikasi internasional. Di Indonesia hanya sekitar 6 persen dari total gubes (sekitar 5.000 orang) yang ada yang mempunyai nilai H-index. Itu pun baru antara 1-8. Sisanya, 94 persen, masih berkategori undefined. Memprihatinkan memang.

Menjadi gubes di Indonesia memang belum mensyaratkan indeks sitasi (H-index) ini. Kalau H-index ini dijadikan salah satu syarat menjadi gubes, akan sangat sedikit jumlah gubes kita. Ditjen Dikti menyadari hal ini. Karena itu, calon profesor hanya dipersyaratkan memiliki karya ilmiah yang termuat di JII yang terindeks di Scopus. Berapa jumlahnya? Tidak ditetapkan.

Menurut pengalaman saya, jika mempunyai sekurang-kurangnya tiga publikasi di JII-Scopus, setelah 3-5 tahun, seseorang akan mempunyai H-index >= 1. Dengan begitu, jumlah publikasi internasional yang diperlukan seorang calon gubes untuk menjadi gubes idealnya tiga buah. Nilai ini tentu saja masih sangat rendah jika dibandingkan dengan calon profesor di negara maju yang harus terlebih dulu memiliki H-index >= 12. Asisten profesor di Eropa memiliki H-index = 3 - 5.

Bagi seseorang yang telah menjadi gubes namun belum memiliki publikasi internasional (jumlahnya lebih dari 80 persen gubes di Indonesia), Ditjen Dikti tidak dapat berbuat banyak. Ditjen Dikti hanya bisa mengimbau dan menyerahkan kepada masyarakat menilai sendiri kapabilitas ilmiah gubes tersebut. Yang bisa dilakukan Ditjen Dikti berkenaan dengan gubes yang ada, sesuai dengan yang diamanatkan undang-undang, adalah mem-warning bahwa dalam masa tiga tahun seorang gubes harus melakukan kewajiban khusus (tambahan), yaitu menulis buku, karya ilmiah (publikasi), dan menyebarluaskan gagasannya untuk masyarakat.

Jika selama tiga tahun berturut-turut tidak menjalankan tiga aktivitas tersebut, tunjangan kehormatan gubesnya akan dicabut. Memang, banyak dosen setelah mendapat jabatan gubes bukannya memperbanyak kegiatan penelitian dan meningkatkan kualitas penelitiannya, namun malah berhenti untuk melakukan kegiatan penelitian dan memilih banyak mengajar. Bahkan, banyak di antara mereka berlomba-lomba mengejar jabatan administratif sebagai pengelola perguruan tinggi atau lembaga lain. Mudah-mudahan dengan warning ini Indonesia dapat segera memiliki gubes yang berkualitas akademik internasional.

Indonesia…oh Indonesia…..

Kisah Muhammad Al Fatih

ada kisah nyata yang sangat inspiratif dan memotivasi kita Mari kita baca kisah nyata ini hingga selesai. Kita renungi bersama nilai-nilai yang ada di dalam cerita ini. Untuk kemudian berusaha mengamalkannya.

Dalam sejarah Islam pernah ada seorang pemuda yang sangat shaleh, usianya baru 21 tahun tapi sudah berani menjadi panglima perang penakhluk benua Eropa. Siapakah dia………….???  Dialah Sultan Muhammad Al Fatih (30 Maret 1432 – 3 Mei 1481) . Ia merupakan seorang sultan Turki Utsmani yang menaklukkan Kekaisaran Romawi Timur. Mempunyai kepakaran dalam bidang militer, sains, matematika & menguasai 6 BAHASA saat berumur 21 tahun. Seorang pemimpin yang hebat, pilih tanding, dan tawadhu’. (lengkap sudah,  Ini nih….baru yang namanya pemuda idaman! ^_^)

Sultan Muhammad Al Fatih tumbuh menjadi remaja yang memiliki kepribadian unggul. Beliau menjadi Sultan, dalam usia 19 tahun menggantikan sang ayah. Kejayaan dan kesuksesan hidup telah ia raih di usia yang begitu muda. Ia-pun dikenang jutaan manusia sepanjang abad. Harum nama Sultan Al Fatih diperoleh berkat kemampuan beliau menakklukkan benteng terkuat imperium Byzantium, KONSTANTINOPEL. Sultan Muhammad Al Fatih adalah seorang yang shaleh, dan mulia akhlaknya. Sifatnya tenang, berani, sabar menanggung penderitaan, tegas dalam membuat keputusan dan mempunyai kemampuan mengawasi diri (self control) yang luar biasa. (Wah, Jauh banget ma qt yang suka grusah-grusuh ga’ sabar).
Dalam sejarah ditulis, bahwa pasukan Sultan Muhammad Al-Fatih tiba di kota Konstantinopel pada hari Kamis, 6 April 1453 M. Di hadapan tentaranya, Sulthan Al-Fatih lebih dahulu berkhutbah mengingatkan tentang keutamaan jihad, kepentingan memuliakan niat dan harapan kemenangan di hadapan Allah SWT. Dia juga membacakan ayat-ayat Al-Qur’an mengenai hal itu serta hadis Nabi SAW  tentang pembukaan kota Konstantinopel : “Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” [H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335].
Ini semua memberikan semangat yang luar biasa pada pasukan kaum muslimin, sehingga lantas mereka menyambutnya dengan zikir, pujian dan doa kepada Allah SWT. Sultan Muhammad Al-Fatih pun melancarkan serangan besar-besaran ke Benteng Bizantium. Takbir “Allahu AkbarAllahu Akbar!” terus membahana di angkasa Konstantinopel seakan-akan meruntuhkan langit kota itu. Hingga tepat jam 1 pagi hari Selasa, 29 Mei 1453 M, serangan utama dilancarkan. Para mujahidin diperintahkan supaya meninggikan suara takbir kalimah tauhid sambil menyerang kota. Tentara kaum muslimin pun  akhirnya berhasil menembus jantung kota Konstantinopel melalui Pintu Edirne dan mereka mengibarkan bendera Daulah Utsmaniyyah di puncak kota. Kesungguhan dan semangat juang yang tinggi di kalangan tentara Al-Fatih, akhirnya berjaya mengantarkan cita-cita mereka.
Suatu hari timbul persoalan, ketika pasukan islam hendak melaksanakan shalat jum’at yang pertama kali di kota itu.
“Siapakah yang layak menjadi imam shalat jum’at?” tak ada jawaban. Tak ada yang berani yang menawarkan diri ! lalu Muhammad Al Fatih tegak berdiri. Beliau meminta kepada seluruh rakyatnya untuk bangun berdiri.
Kemudian beliau bertanya. “ Siapakah diantara kalian yang sejak remaja, sejak akhil baligh hingga hari ini pernah meninggalkan shalat wajib lima waktu, silakan duduk!!” Subhanalloh……!!! Maha suci Allah ! tak seorangpun pasukan islam yang duduk. Semua tegak berdiri. Apa artinya? Itu berarti, tentara islam pimpinan Muhammad Al Fatih sejak masa remaja mereka hingga hari ini, tak seorangpun yang meninggalkan shalat fardhu. Tak sekalipun mereka melalaikan shalat fardhu. Luar biasa…..!!!!! !
Lalu Muhammad Al Fatih kembali bertanya: “ Siapa diantara kalian yang sejak baligh dahulu hingga hari ini pernah meninggalkan shalat sunah rawatib? Kalau ada yang pernah meninggalkan shalat sunah sekali saja silakan duduk!!!”. Sebagian lainya segera duduk. Artinya, pasukan islam sejak remaja mereka ada yang teguh hati, tidak pernah meninggalkan shalat sunah setelah maghrib, dua roka’at sebelum shubuh dan shalat rowatib lainnya. Namun ada yang pernah meninggalkanya. Betapa kualitas karakter dan keimanan mereka sebagai muslim sungguh bernilai tinggi, sungguh jujur, pasukan islam Al Fatih.
Dengan mengedarkan matanya ke seluruh rakyat dan pasukanya, Muhammad Al Fatih kembali berseru lalu bertanya: “ Siapa diantara kalian yang sejak masa akhil baligh sampai hari ini pernah meninggalkan shalat tahajud di kesunyian malam? Yang pernah meninggalkan atau kosong satu malam saja, silakan duduk!!”
 APA YANG TERJADI…???? Terlukislah pemandangan yang menakjubkan sejarawan barat dan timur. Semua yang hadir dengan cepat duduk!!” Hanya ada seorang saja yang tetap tegak berdiri. Siapakah dia??? dialah, Sultan Muhammad Al Fatih, sang penakluk benteng super power Byzantium Konstantinopel. Beliaulah yang pantas menjadi imam shalat jumat hari itu. Karena hanya Al Fatih seorang yang sejak remaja selalu mengisi butir-butir malam sunyinya dengan bersujud kepada Allah SWT, tidak pernah kosong/absen semalampun.
Itulah sebuah kisah sejarah yang sungguh indah dalam bungkai ketakwaan kepada Allah SWT. Layaklah jika Muhammad al Fatih diberi gelar Sang Pedang Malam. Shalat Tahajud merupakan modal yang sangat penting untuk membangun kekuatan ruhiyah dalam kesuksesan Al Fatih dikemudian hari. Sehingga islam jaya, berkilau-kilau cahayanya selama 500 tahun di bumi eropa sejak abad ke-15.
Yuk, bercermin dari kisah diatas. Perbaiki sholat fardhu kita yang 5 waktu, jaga dia supaya gak bolong-bolong. Lengkapi ibadah kita dengan sholat sunah Rawatib, sempurnakan dengan Sholat Tahajud. Semoga kita menjadi muslim yang dicintai Allah SWT.

Ada banyak cara menurunkan berat badan, mulai dari bermacam metode diet, olahraga, operasi sedot lemak, tusuk jarum, sampai minum obat pelangsing. Manakah yang aman dan efektif ?

Merujuk pada badan kesehatan dunia, WHO, disebutkan bahwa penurunan berat badan yang baik tidak dapat dilakukan secara instan, tetapi merupakan terapi jangka panjang. Yang dibutuhkan untuk mengurangi berat badan bukan sekadar mengurangi porsi makan, tetapi juga diperlukan bimbingan dari ahli gizi sebelum melakukan perubahan pola makan, disertai aktivitas fisik serta terapi perilaku.

Untuk mencari tahu cara pelangsingan mana yang sehat, aman, sekaligus efektif, bacalah uraian berikut sampai tuntas.

Sedot lemak
Cara membuang lemak yang kini sedang tren adalah operasi liposuction dan tummy-tuck. Operasi ini banyak dipilih karena berat badan bisa turun secara drastis tanpa perlu capek berolahraga dan melakukan diet, hal itu dibuktikan oleh kesaksian seorang artis ternama. Tapi mengapa ya meski lemaknya sudah dibuang, badannya masih juga melar ?

Pada dasarnya liposuction adalah operasi untuk mengeluarkan lemak di bawah kulit, dan dilakukan untuk mencapai keserasian bentuk tubuh, bukan untuk menurunkan berat badan. Sedangkan tummy-tuck adalah proses pembuangan jaringan lemak yang berlebih dan kulit di atasnya untuk membentuk tubuh lebih estetis. Lemak yang dikurangi pun tak boleh lebih dari 3-5 kg sekali operasi

Menurut dokter spesialis gizi, dr.Johanes Chandrawinata, MND,SpGK, kedua jenis operasi tersebut biasa dilakukan dokter terhadap pasien yang memiliki tubuh bergelambir setelah berat badan tubuhnya susut. Jadi, menurunkan berat dulu baru dioperasi, bukan operasi untuk menurunkan berat karena setelah 3 bulan tubuh akan gemuk kembali.

Gastric binding & gastric by-pass
Tindakan ini dipilih jika dengan metode pelangsingan apa pun tidak berhasil. Gastric binding adalah pemasangan alat “pengikat lambung” yang menyebabkan kantung lambung lebih kecil sehingga kita tidak akan makan terlalu banyak karena tubuh lebih cepat merasa kenyang. Melalui tindakan ini berat badan dapat berkurang 35-60 persen dalam 12 bulan.

Berbeda dengan gastric binding yang bersifat sementara, gastric by-pass bersifat permanen, dokter akan membuat ’jalan’ penghubung antara pangkal lambung dengan usus halus sehingga makanan tidak melalui lambung namun langsung ke usus halus. Dengan gastric by-pass, berat badan dapat dikurangi sampai 80 persen. Untuk melakukan kedua jenis tindakan tersebut, pasien harus berusia di atas 35 tahun.

Akunpuntur
Sampai saat ini metode akunpuntur belum dapat dibuktikan secara ilmiah dapat menurunkan berat badan. Umumnya para pasien pun berhenti di tengah jalan karena tak kunjung mendapatkan berat ideal yang diharapkan.

Obat dan suplemen pelangsing
Sebelum percaya oleh iming-iming iklan, sebaiknya teliti lebih dahulu kandungan obat-obatan dan suplemen tersebut. Badan pengawasan obat dan makanan AS (FDA) bahkan melarang konsumsi suplemen pelangsing yang mengandung kandungan akftif E.sinica atau efedrin karena memiliki efek samping gejala psikiatrik, mengganggu saluran cerna serta membuat jantung berdebar-debar.

Meski menyebutkan mampu menurunkan kadar lemak, tak sedikit obat pelangsing yang hanya mampu mengurangi berat tubuh 1,2 kg selama 6-14 minggu, setara dengan diet redah kalori sebesar 1250/hari pada kurun waktu 0.5 minggu tanpa obat apa pun.

Diet popular
Diet popular sering disebut sebagai “Fad Diets”, memiliki karateristik antara lain ; menjanjikan penurunan badan yang cepat, dapat menyembuhkan berbagai penyakit, menganjurkan penggunaan suplemen, makan berdasarkan waktu tertentu, membatasi atau melarang makanan tertentu dan hanya untuk jangka pandang.

Yang dapat digolongkan ke dalam fad diets misalnya diet rendah karbohidrat, food combining, diet berdasar golongan darah, mayo clinic diet. Karena banyaknya larangan untuk memakan jenis makanan tertentu, biasanya kebutuhan tubuh akan gizi tidak terpenuhi karena kekurangan vitamin, zat besi, serta serat.

Dari segi ilmu gizi, setiap waktu makan (pagi, siang dan malam) dianjurkan memakan makanan yang bervariasi dalam jumlah seimbang, karena tubuh membutuhkan berbagai macam zat gizi sekaligus.

Menurunkan berat badan secara sehat
Meskipun belum ada jawaban pasti diet mana yang paling tepat untuk menurunkan berat badan, namun dr. Johanes merekomendasikan pola diet yang dilakukan oleh National Weight Control Registry (NWCR) di AS. NWCR adalah kumpulan data orang (ada 4000 orang) yang telah berhasil menurunkan berat badan lebih dari 13 kg dan tetap bertahan selama lebih dari 5 tahun.

Karateristik pola makannya adalah rendah lemak (24 persen asupan kalori), asupan karbohidrat cukup tinggi, rendah kalori (1300-1500 kcal/hari). Karena kita tidak mungkin mengetahui berapa kalori yang dikandung dalam makanan, dr.Johanes menyarankan untuk mengurangi asupan lebih kecil dari porsi biasa.

“Untuk mengurangi 500 kalori setiap hari mudah kok, misalnya jika makan gado-gado, kurangi bumbu kacang dan kerupuknya, lebih memilih nasi putih daripada nasi goreng, dan sebagainya”, saran dokter yang yang berpraktek di RS. St.Boromeus, Bandung ini.

Dijelaskan oleh dr.Johanes, mayoritas anggota yang terdaftar dalam NWCR melakukan makan pagi secara rutin, memantau berat badan sendiri secara berkala serta melakukan olahraga. Dengan pola makan rendah lemak rendah kalori seperti ini telah terbukti mampu menurunkan berat badan lebih dari 13 kg dan bisa dipertahankan lebih dari 5 tahun.

· SMU SASANA BHAKTI
Jl. Jagalan 132-136
Telp. 331620

· SMU MUJAHIDIN
Jl. Tanjung Perak Barat 275
Telp. 3294516

· SMU BARUNAWATI
Jl. Perak Barat 173
Telp. 3291312

· SMA MUJAHIDIN
Jl. Perak Barat 275
Telp. 3291290

· SMUK FRATERAN
Jl. Kepanjen 8
Telp. 3524901

· SMUK STELLA MARIS
Jl. Indrapura 32
Telp. 3522174

· SMU HANG TUAH
Jl. Ikan Lumba-Lumba 27
Telp. 3537810

· SMU TA’MIRIAH
Jl. Indrapura No
Telp. 3525931

· SMU KAWUNG I
Jl. Parang Klitik 2
Telp. 3531083

· SMU PRINGADI
Jl. Pringadi 12-14
Telp. 5344562

· SMUK ST AGNES
Jl. Menut 7
Telp. 5026540

· SMU KRS. YBPK I
Jl. Luntas 33
Telp. 5025748

· SMUK St. STANISLUS
Jl. Kalijudan 25 – 33
Telp. 3892472

· SMKK MATER AMABILIS
Jl. Teratai 2 B
Telp. 5034679

· SMU DAPENA
Jl. Sumatera 112-114
Telp. 5031453

· SMU MUHAMADIYAH 2
Jl. Pucang Taman I/2
Telp. 5021316

· SMU GIKI 2
Jl Raya Gubeng 45
Telp. 5031053

· SMU YPPI
Jl. Dharmahusada Ibarat Vi/1
Telp. 5936894

· SMU GEMA 45
Jl. Mayjen Sungkono Joang 45
Telp. 5621570

· SMUK St. LOUIS
Jl. Tidar 119
Telp. 5310256

· SMU KAWUNG 2
Jl. Raya Simo Gunung 25
Telp. 5613679

· STMK St. LOUIS
Jl. Tidar 117
Telp. 5311277

· SMU TRIMURTI
Jl. Gubernur Surya 3
Telp.5315608

· SMU YP TRISILLA
Jl. Undaan Kulon 57 – 59
Telp. 5344364

· SMUK PETRA 3
Jl. Kalianyar 43
Telp. 5344210

· SMUK St. LOUIS 1
Jl. Polisi Istimewa 7
Telp. 5376522

· SMU SANTA MARIA
Jl. Raya Darmo 49
Telp. 5677890

· SMU KARTIKA V-3
Jl. Brawujaya 38
Telp. 5681093

· SMU KHADIJAH
Jl. Jend Ahcmad Yani 2-4
Telp. 8284261

· SMU MUHAMADIYAH 3
Jl. Gadung Ii / 7
Telp. 8417621

· SMU BUDI SEJATI
Jl. Jagir Wonokromo 112
Telp. 8411846

· SMEA KETINTANG I
Jl. Ketintang 147
Telp. 8284121

· SMUK PETRA 5
Jl. Jemur Handayani Xvii / 2
Telp. 8436474

· SMUK SANTA CAROLLOUS
Jl. Jemur Handayani Xxi
Telp. 8491287

· STM Kr PETRA
Jl. Jemur Handayani Xvi / 16-18
Telp. 8417391

· SMU Dr. SOETOMO
Jl. Semolowaru 9
Telp. 5991783

· SMUK St. HENDRIKUS
Jl. Arif Rahman Hakim 40-44
Telp. 5941505

· SMU 17 AGUSTUS 45
Jl. Semolowaru 45
Telp. 5924165

· SMU SAFTA
Jl. Jl Raya Lontar Citra 96b
Telp.7523504

· SMU WACHID HASYM 1
Jl. Jl Sidotopo Wetan Baru 37
Telp. 3764756

· SMEA WACHID HASYM
Jl. Sidotopo Wetan Baru 37
Telp. 3764756

· SMU KARMAN ACHMAD
Jl. Raya Benowo
Telp. 7413061

· SMEA WIJAYA PUTRA I
Jl. Raya Benowo
Telp. 7413061

· SMU Kr. PETRA II
Jl. Manyar Tirtoasri Raya 1-3
Telp. 5946066

· SMU IPIEMS
Jl. Jl Menur 125
Telp. 5947305

· SMU SEJAHTERA I
Jl. Simomulyo I/3
Telp. 5313213

· SMU Kr. KALAM KUDUS
Jl. Raya Kupang Jaya 135 – 136
Telp. 7312342

· SMEA PAWIYATAN
Jl. Tangkis Turi 4-6
Telp. 5342508

· SMUK KARISTA 3
Jl. Simpang Dpu Vii/11
Telp. 7314795

· SMU Kr. DARMA MULYA
Jl. Raya Dukuh Kupang Barat 50
Telp. 5672329

· SMU Kr. PETRA 1
Jl. Mayjen Hr. Muhammad Kav 808
Telp. 7318985

· SMU Kem. BHAYANGKARI I
Jl. Achmad Yani 30-32
Telp. 8286995

Nov 08 2011

Amar Ma’ruf Nahi Munkar

wandono | Islam | 1 Comment

وسلم يَقُوْلُ : مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَراً فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ اْلإِيْمَانِ

[رواه مسلم]

 

Terjemah hadits / ترجمة الحديث :

Dari Abu Sa’id Al Khudri radiallahuanhu berkata : Saya mendengar Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Siapa yang melihat kemunkaran maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka rubahlah dengan lisannya, jika tidak mampu maka (tolaklah) dengan hatinya dan hal tersebut adalah selemah-lemahnya iman.

(Riwayat Muslim)

 

Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث :

1.     Menentang pelaku kebatilan dan menolak kemunkaran adalah kewajiban yang dituntut dalam ajaran Islam atas setiap muslim sesuai kemampuan dan kekuatannya.

2.     Ridho terhadap kemaksiatan termasuk diantara dosa-dosa besar.

3.     Sabar menanggung kesulitan dan amar ma’ruf nahi munkar.

4.     Amal merupakan buah dari iman, maka menyingkirkan kemunkaran juga merupakan buahnya keimanan.

5.     Mengingkari dengan hati diwajibkan kepada setiap muslim, sedangkan pengingkaran dengan tangan dan lisan berdasarkan kemampuannya.

Didalam Surah Adh-Dhuha Allah swt bersumpah dengan waktu dhuha dan waktu malam: “Demi waktu matahari sepenggalahan naik, dan demi malam apabila telah sunyi.” (QS. 93:1-2). Pernahkah terlintas dalam benak kita mengapa Allah swt sampai bersumpah pada kedua waktu itu?. Beberapa ahli tafsir berpendapat bahwa kedua waktu itu adalah waktu yang utama paling dalam setiap harinya.

Sahabat Zaid bin Arqam ra ketika beliau melihat orang-orang yang sedang melaksanakan shalat dhuha: “Ingatlah, sesungguhnya mereka telah mengetahui bahwa shalat itu dilain sa’at ini lebih utama. Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: “Shalat dhuha itu (shalatul awwabin) shalat orang yang kembali kepada Allah, setelah orang-orang mulai lupa dan sibuk bekerja, yaitu pada waktu anak-anak unta bangun karena mulai panas tempat berbaringnya.” (HR Muslim).

Lantas bagaimana tidak senang Allah dengan seorang hamba yang seperti ini, sebagaimana janjiNya: “Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah Kepada Allah
dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan. (QS. 5:35).

Disamping itu shalat dhuha ini juga dapat mengantikan ketergadaian setiap anggota tubuh kita pada Allah, dimana kita wajib membayarnya sebagaimana sabda Rasulullah saw: “Setiap pagi setiap persendian salah seorang diantara kalian harus (membayar) sadhaqah; maka setiap tasbih adalah sadhaqah, setiap tahmid adalah sadhaqah, setiap tahlil adalah sadhaqah, setiap takbir adalah sadhaqah, amar ma’ruf adalah sadhaqah, mencegah kemungkaran adalah sadhaqah, tetapi dua raka’at dhuha sudah mencukupi semua hal tersebut” (HR Muslim).

Tetapi yang lebih dalam dari itu lagi adalah shalat dhuha ini adalah salah amalan yang disukai Rasulullah saw beserta para sahabatnya (sunnah), sebagaimana anjuran beliau yang disampaikan oleh Abu Hurairah ra: “Kekasihku Rasulullah saw telah berwasiat kepadaku dengan puasa tiga hari setiap bulan, dua raka’at dhuha dan witir sebelum tidur” (Bukhari, Muslim, Abu Dawud).
Kalaulah tidak khawatir jika ummatnya menganggap shalat dhuha ini wajib hukumnya maka Rasulullah saw akan tidak akan pernah meninggalkannya. Para orang alim, awliya dan ulama sangatlah menjaga shalat dhuhanya sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Syafei’: Tidak ada alasan bagi seorang mukmin untuk tidak melakukan shalat dhuha”. Hal ini sudah jelas dikarenakan oleh seorang mukmin sangat apik dan getol untuk mendekatkan diri kepada Tuhannya”.

“Dari Abu Huraerah ridliyallhu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda : Pada tiap-tiap persendian itu ada shadaqahnya, setiap tasbih adalah shadaqah, setiap tahmid adalah shadaqah, setiap tahlil adalah shadaqah, setiap takbir adalah shadaqah (bacaanya : SUBHANALLAH, ALHAMDULILLAH, LAA ILAHA ILLALLAHU, ALLHU AKBAR), setiap amar ma’ruf nahyil munkar itu shadaqah. Dan cukuplah memadai semua itu dengan memperkuat/melakukan dua rakaat shalat dhuha” (Riwayat Muslim – Dalilil Falihin Juz III, hal 627).

Dalam hadits qudsi disebutkan bahwa shalat empat rakaat dipagi hari, Allah bakal menjamin dan mencukupkan segalanya dengan limpahan barakah sepanjang hari itu, sehingga bathinpun akan terasa damai walau apapun tantangan hidup yang merongrong, karena dia telah sadar semua itu ketetapan Allah : “Hai anak Adam, tunaikanlah kewajibanmu untuk KU, yaitu sembahyang empat rakaat pada pagi hari, niscaya Aku akan mencukupi sepanjang harimu (Hadits Riwayat Imam Ahmad, Abu Ya’la).

Dengan lafadz lain berbunyi : “Hai anak Adam, bersembahyanglah untuk KU empat rakaat pada pagi hari, aku akan mencukupimu sepanjang hari itu” (Riwayat Ahmad dari Abi Murrah).

Doa setelah menunaikan sholat dhuha yang diajarkan Rasulullah SAW : “Ya Allah, bahwasanya waktu dhuha itu waktu dhuha (milik) Mu, kecantikan ialah kencantikan (milik) Mu, keindahan itu keindahan (milik) Mu, kekuatan itu kekuatan (milik) Mu, kekuasaan itu kekuasaan (milik) Mu, dan perlindungan itu perlindungan Mu. Ya Allah, jika rizqiku masih diatas langit, turunkanlah, dan jika ada di didalam bumi, keluarkanlah, jika sukar, mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba Mu yang shaleh”.

Jumlah raka’at shalat dhuha bisa dengan 2,4,8 atau 12 raka’at. Dan dilakukan dalam satuan 2 raka’at sekali salam. Hadits Rasulullah SAW terkait shalat dhuha antara lain : “Barang siapa shalat Dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana disurga” (H.R. Tarmiji dan Abu Majah). “Siapapun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak busa lautan.” (H.R Turmudzi). “Dari Ummu Hani bahwa Rasulullah SAW shalat dhuha 8 rakaat dan bersalam tiap dua rakaat.” (HR Abu Daud). “Dari Zaid bin Arqam ra. Berkata, Nabi SAW keluar ke penduduk Quba dan mereka sedang shalat dhuha‘. Beliau bersabda, “Shalat awwabin (duha‘) berakhir hingga panas menyengat (tengah hari).” (HR Ahmad Muslim dan Tirmidzi).

Itulah keistimewaan dan keutamaan shalat DHUHA, didunia memberikan keberkahan hidup kepada pelakunya, diakherat pun, di hari kiamat, orang itu dipanggil Allah untuk dimasukkan ke dalam syurga, sebagaimana sabda Nya didalam hadits qudsi : “Sesungguhnya di dalam syurga, ada pintu yang dinamakan pintu DHUHA, maka ketika datang hari kiamat memanggillah (yang memanggil Allah), dimanakah orang yang selalu mengerjakan sembahyang atas Ku dengan sembahyang DHUHA? inilah pintu kamu, maka masuklah kamu ke dalam syurga dengan rahmat Allah”. (Riwayat Thabrani dari Abu Huraerah).

Saya suka segala tentang Bung Karno, Bapak saya selalu cerita tentang Bung Karno, selalu bangga, sejak kecil hingga sekarang, ya saya bangga dengan Bung Karno seperti Bapak saya sangat bangga dengan Beliau, kebetulan malam ini saya nemu cerita yang bagus ..dari mas Iman Brotoseno (saya belum kenal, tapi maaf ya mas, ceritanya saya copas, biar mudah kalo saya pengen baca)

Posted by iman under: SEJARAHSOEKARNO .

mantan-pres-soekarno.jpgMalam minggu. Hawa panas dan angin seolah diam tak berhembus. Malam ini saya bermalam di rumah ibu saya. Selain rindu masakan sambel goreng ati yang dijanjikan, saya juga ingin ia bercerita mengenai Presiden Soekarno. Ketika semua mata saat ini sibuk tertuju, seolah menunggu saat saat berpulangnya Soeharto, saya justru lebih tertarik mendengar penuturan saat berpulang Sang proklamator. Karena orang tua saya adalah salah satu orang yang pertama tama bisa melihat secara langsung jenasah Soekarno.
Saat itu medio Juni 1970. Ibu yang baru pulang berbelanja, mendapatkan Bapak ( almarhum ) sedang menangis sesenggukan.
“ Pak Karno seda “ ( meninggal )
Dengan menumpang kendaraan militer mereka bisa sampai di Wisma Yaso. Suasana sungguh sepi. Tidak ada penjagaan dari kesatuan lain kecuali 3 truk berisi prajurit Marinir ( dulu KKO ). Saat itu memang Angkatan Laut, khususnya KKO sangat loyal terhadap Bung Karno. Jenderal KKO Hartono – Panglima KKO – pernah berkata ,
“ Hitam kata Bung Karno, hitam kata KKO. Putih kata Bung Karno, putih kata KKO “
Banyak prediksi memperkirakan seandainya saja Bung Karno menolak untuk turun, dia dengan mudah akan melibas Mahasiswa dan Pasukan Jendral Soeharto, karena dia masih didukung oleh KKO, Angkatan Udara, beberapa divisi Angkatan Darat seperti Brawijaya dan terutama Siliwangi dengan panglimanya May.Jend Ibrahim Ajie.

Namun Bung Karno terlalu cinta terhadap negara ini. Sedikitpun ia tidak mau memilih opsi pertumpahan darah sebuah bangsa yang telah dipersatukan dengan susah payah. Ia memilih sukarela turun, dan membiarkan dirinya menjadi tumbal sejarah.
The winner takes it all. Begitulah sang pemenang tak akan sedikitpun menyisakan ruang bagi mereka yang kalah. Soekarno harus meninggalkan istana pindah ke istana Bogor. Tak berapa lama datang surat dari Panglima Kodam Jaya – Mayjend Amir Mahmud – disampaikan jam 8 pagi yang meminta bahwa Istana Bogor harus sudah dikosongkan jam 11 siang. Buru buru Bu Hartini, istri Bung Karno mengumpulkan pakaian dan barang barang yang dibutuhkan serta membungkusnya dengan kain sprei. Barang barang lain semuanya ditinggalkan.
 Het is niet meer mijn huis “ – sudahlah, ini bukan rumah saya lagi , demikian Bung Karno menenangkan istrinya.
Sejarah kemudian mencatat, Soekarno pindah ke Istana Batu Tulis sebelum akhirnya dimasukan kedalam karantina di Wisma Yaso.
Beberapa panglima dan loyalis dipenjara. Jendral Ibrahim Adjie diasingkan menjadi dubes di London. Jendral KKO Hartono secara misterius mati terbunuh di rumahnya.

penguburan-soekarno.jpgKembali ke kesaksian yang diceritakan ibu saya. Saat itu belum banyak yang datang, termasuk keluarga Bung Karno sendiri. Tak tahu apa mereka masih di RSPAD sebelumnya. Jenasah dibawa ke Wisma Yaso. Di ruangan kamar yang suram, terbaring sang proklamator yang separuh hidupnya dihabiskan di penjara dan pembuangan kolonial Belanda. Terbujur dan mengenaskan. Hanya ada Bung Hatta dan Ali Sadikin – Gubernur Jakarta – yang juga berasal dari KKO Marinir.
Bung Karno meninggal masih mengenakan sarung lurikwarna merah serta baju hem coklat. Wajahnya bengkak bengkak dan rambutnya sudah botak.
Kita tidak membayangkan kamar yang bersih, dingin berAC dan penuh dengan alat alat medis disebelah tempat tidurnya. Yang ada hanya termos dengan gelas kotor, serta sesisir buah pisang yang sudah hitam dipenuhi jentik jentik seperti nyamuk. Kamar itu agak luas, dan jendelanya blong tidak ada gordennya. Dari dalam bisa terlihat halaman belakang yang ditumbuhi rumput alang alang setinggi dada manusia !.
Setelah itu Bung Karno diangkat. Tubuhnya dipindahkan ke atas karpet di lantai di ruang tengah.
Ibu dan Bapak saya serta beberapa orang disana sungkem kepada jenasah, sebelum akhirnya Guntur Soekarnoputra datang, dan juga orang orang lain.
Namun Pemerintah orde baru juga kebingungan kemana hendak dimakamkan jenasah proklamator. Walau dalam Bung Karno berkeingan agar kelak dimakamkan di Istana Batu Tulis, Bogor. Pihak militer tetap tak mau mengambil resiko makam seorang Soekarno yang berdekatan dengan ibu kota.
Maka dipilih Blitar, kota kelahirannya sebagai peristirahatan terakhir. Tentu saja Presiden Soeharto tidak menghadiri pemakaman ini.

Dalam catatan Kolonel Saelan, bekas wakil komandan Cakrabirawa,
“ Bung karno diinterogasi oleh Tim Pemeriksa Pusat di Wisma Yaso. Pemeriksaan dilakukan dengan cara cara yang amat kasar, dengan memukul mukul meja dan memaksakan jawaban. Akibat perlakuan kasar terhadap Bung Karno, penyakitnya makin parah karena memang tidak mendapatkan pengobatan yang seharusnya diberikan. “
( Dari Revolusi 1945 sampai Kudeta 1966 )

dr. Kartono Mohamad yang pernah mempelajari catatan tiga perawat Bung Karno sejak 7 februari 1969 sampai 9 Juni 1970 serta mewancarai dokter Bung Karno berkesimpulan telah terjadi penelantaran. Obat yang diberikan hanya vitamin B, B12 dan duvadillan untuk mengatasi penyempitan darah. Padahal penyakitnya gangguan fungsi ginjal. Obat yang lebih baik dan mesin cuci darah tidak diberikan.
( Kompas 11 Mei 2006 )

Rachmawati Soekarnoputri, menjelaskan lebih lanjut,
“ Bung Karno justru dirawat oleh dokter hewan saat di Istana Batutulis. Salah satu perawatnya juga bukan perawat. Tetapi dari Kowad “
( Kompas 13 Januari 2008 )

kabinet-ampera.jpgSangat berbeda dengan dengan perlakuan terhadap mantan Presiden Soeharto, yang setiap hari tersedia dokter dokter dan peralatan canggih untuk memperpanjang hidupnya, dan masih didampingi tim pembela yang dengan sangat gigih membela kejahatan yang dituduhkan. Sekalipun Soeharto tidak pernah datang berhadapan dengan pemeriksanya, dan ketika tim kejaksaan harus datang ke rumahnya di Cendana. Mereka harus menyesuaikan dengan jadwal tidur siang sang Presiden !

Malam semakin panas. Tiba tiba saja udara dalam dada semakin bertambah sesak. Saya membayangkan sebuah bangsa yang menjadi kerdil dan munafik. Apakah jejak sejarah tak pernah mengajarkan kejujuran ketika justru manusia merasa bisa meniupkan roh roh kebenaran ? Kisah tragis ini tidak banyak diketahui orang. Kesaksian tidak pernah menjadi hakiki karena selalu ada tabir tabir di sekelilingnya yang diam membisu. Selalu saja ada korban dari mereka yang mempertentangkan benar atau salah.
Butuh waktu bagi bangsa ini untuk menjadi arif.

Kesadaran adalah Matahari
Kesabaran adalah Bumi
Keberanian menjadi cakrawala
Perjuangan adalah pelaksanaan kata kata

( * WS Rendra )

Yazid bin Muawiyah menjabat khalifah menggantikan ayahnya, Muawiyah bin Abi Sufyan pada usia 34 tahun. Ia adalah khalifah kedua dalam dinasti Bani Umayyah. Ia lahir pada 22 Hijriyah. Namun ada juga yang mengatakan, ia lahir pada 25 atau 26 Hijriyah.

Saat itu, ayahnya sedang menjabat sebagai gubernur wilayah Palestina yang meliputi Suriah dan sekitarnya yang berkedudukan di Damaskus. Sebelumnya, pada masa pemerintahan Khalifah Utsman bin Affan, wilayah itu dipegang Abu Ubaidah bin Jarrah. Abu Sufyan menjabat sebagai gubernur sekitar 29 tahun, dari 41 H-60 H. Pada masa itulah Yazid lahir.

Dengan demikian, Yazid lahir dan besar dalam lingkup istana yang penuh dengan kemewahan. Tidak seperti Khulafaur Rasyidin sebelumnya yang dipilih oleh kaum Muslimin, Yazid menerima jabatan langsung dari ayahnya. Namun demikian, sebagian besar penduduk Palestina dan Suriah mendukungnya. Penduduk wilayah Mesir dan pesisir utara Afrika juga menyatakan baiat kepada Yazid.

Sementara wilayah Basrah—yang saat itu merupakan ibukota Iran dan Khurasan—dan Kufah—ibukota Irak kala itu—belum menunjukkan reaksi. Sedangkan penduduk wilayah Hijaz, terutama penduduk Makkah dan Madinah menentang secara keras. Meskipun Marwan bin Hakam, gubernur wilayah itu sudah ‘memaksa’ tetapi mereka menolak. Kala itu, baik di Madinah maupun Makkah, masih banyak kalangan sahabat Nabi dan para tabiin.

Di wilayah Hijaz, ada empat tokoh yang disegani kala itu; Abdurrahman bin Abu Bakar Ash-Shiddiq, Abdullah bin Umar bin Al-Khathab, Husain bin Ali bin Abi Thalib, dan Abdullah bin Zubair bin Awwam.

Abdurrahman bin Abu Bakar meninggal dunia sebelum Muawiyah menjabat khalifah. Abdullah bin Umar menyetujui Yazid sebagai khalifah. Sejarah mencatat ucapannya saat itu, “Kalau orang banyak menyetujuinya, maka aku pun setuju.” Sedangkan Husain bin Ali dan Abdullah bin Zubair tetap tak mau berbaiat kepada Yazid. Penduduk Makkah pun berada di belakang kedua tokoh itu.

Sementara itu, penduduk Kufah mengundang Husain ke Irak untuk dinobatkan sebagai Khalifah. Husain bin Ali setuju. Ia pun mengirimkan Muslim bin Uqail bin Abi Thalib ke Kufah. Muslim bin Uqail berangkat dan berhasil mengambil baiat 30.000 penduduk Irak. Semuanya berjanji akan mendukung Husain sebagai khalifah. Diiringi rombongan besar, Husain berangkat menuju Kufah. Turut dalam rombongan itu, istri dan putranya Ali bin Husain, yang lebih dikenal dengan Ali Zainal Abidin.

Begitu mendengar sikap penduduk Irak di Kufah dan adanya keberangkatan Husain bin Ali dan pasukannya ke kota itu, Khalifah Yazid murka. Ia segera memecat Nukman bin Basyir, gubernur wilayah Irak dan menggabungkan wilayah itu dalam kekuasaan Abdullah bin Ziyad, gubernur wilayah Iran yang sudah berhasil mengambil baiat atas para tokoh di Basrah. Bersamaan dengan itu, Yazid juga memerintahkan untuk menangkap Husain bin Ali dan pasukannya.

Gubernur Abdullah bin Ziyad tiba di Kufah terlebih dahulu daripada Husain dan pasukannya. Dengan mudah ia merebut dan menduduki Kufah. Para penduduknya berbalik mengangkat baiat kepada Yazid bin Muawiyah. Muslim bin Uqail ditangkap dan dijatuhi hukuman mati. Abdullah bin Ziyad segera membentuk pasukan besar yang terdiri dari 2.000 tentara berkuda dari penduduk Irak sendiri dan memercayakan pimpinannya kepada Alhur bin Yazid At-Tamimi untuk menghadang Husain dan rombongannya.

Berita tentang dikuasainya Kufah dan dibunuhnya Muslim bin Uqail sampai ke telinga Husain. Namun karena yakin penduduk Iran dan Irak tetap berpihak kepadanya, Husain tetap bersikeras melanjutkan perjalanan. Beberapa pengikutnya yang setia sudah membayangkan apa yang akan terjadi, menasihati Husain agar kembali ke Makkah atau berbalik arah ke Yaman. Namun Husain bersikeras. Walau demikian, ia membolehkan pasukannya untuk menentukan pilihan sendiri, ikut atau kembali ke Makkah. Akhirnya, sebagian pengikutnya kembali ke Makkah. Hanya 31 orang penunggang kuda dan 40 pejalan kaki yang mengiringi Husain dan keluarganya.

Rombongan kecil itu terus melanjutkan perjalanan. Di sebuah tempat bernama Sirrah, rombongan Husain berpapasan dengan pasukan Alhur bin Yazid. Alhur sempat kaget melihat rombongan kecil di hadapannya, sebab berita yang ia dengar, Husain datang bersama pasukan besar. Ia tak berani gegabah lalu menghentikan pasukannya dan mengambil posisi bertahan.

Sementara itu, Husain masih yakin pasukan besar di hadapannya akan kembali berbaiat kepadanya. Sempat terjadi negosiasi, tetapi menemui jalan buntu. Sepucuk surat datang dari Abdullah bin Ziyad yang memerintahkan untuk segera mendesak pasukan Husain. Pasukan kecil itu terus terdesak di sebuah padang gersang yang sangat dikenal dalam sejarah, Karbala!

Pertempuran tak seimbang pun tak terelakkan. Seluruh pengikut Husain hampir semuanya gugur. Hanya para wanita dan anak-anak yang dibiarkan selamat. Sebelum tubuh Husain rebah ke tanah, sebuah tombak melesat ke mulutnya. Selanjutnya seorang musuh lain menusuk dada cucu Rasulullah dengan tombak. Tepat ketika tubuhnya rebah, pedang Syammar bin Ziljausan—salah seorang panglima Yazid—menyambar lehernya.

Kepala Husain dan keluarganya dibawa ke Kufah. Selanjutnya dibawa ke Damaskus dan dipersembahkan kepada Yazid bin Muawiyah. Begitu melihat kepala Husain, Yazid sedih dan berlinang air mata. “Aku tidak pernah memerintahkan untuk membunuhnya. Demi Allah, kalau aku berada di tempat itu, aku akan memberikan ampunan padanya,” ujar Yazid.

Peristiwa Karbala itu menggemparkan penduduk Hijaz. Sebagian penduduk Madinah segera mencabut baiatnya atas Yazid bin Muawiyah. Abdullah bin Zubair segera dinobatkan sebagai khalifah. Di kalangan masyarakat saat itu, ia termasuk orang ternama. Ayahnya, Zubair bin Awwam adalah satu diantara 10 sahabat Rasulullah yang dijamin masuk surga. Sedangkan ibunya adalah Asma’ binti Abu Bakar. Abdullah bin Zubair mendapat dukungan dari Hijaz, Yaman dan Arabia Selatan.

Mendengar itu, khalifah Yazid kembali murka. Ia segera mengirim pasukan besar dipimpin Muslim bin Uqbah dengan pesan yang diabadikan sejarah, “Berangkatlah menuju Madinah. Jika mereka melakukan perlawanan, perangi! Jika kau menang, izinkan tentaramu berbuat sekehendak hati selama tiga hari. Setelah itu berangkatlah ke Makkah dan perangilah Abdullah bin Zubair!”

Setelah berhasil menaklukkan Madinah dan pasukannya melakukan ibahat—tradisi Romawi ketika menaklukkan sebuah kota, tentara dibolehkan melakukan apa saja di dalamnya—selama tiga hari, Muslim bin Uqbah melanjutkan perjalanan ke Makkah. Dalam perjalanan inilah ia meninggal, dan pimpinan pasukan diambil alih Alhushain bin Alnamir.

Pasukan Abdullah bin Zubair mampu bertahan selama 40 hari di Makkah. Karena tak mampu menembus pertahanan itu, Alhushain mengajak damai. Akhirnya kedua belah pihak sepakat gencatan senjata. Pada detik-detik itulah Yazid bin Muawiyah meninggal dunia dalam usia 38 tahun. Masa pemerintahannya berlangsung selama tiga tahun enam bulan.

Page 1 of 19