Keadaan negara-negara Islam pada saat itu persis dengan keadaan negara-negara Islam pada zaman sekarang. Mereka berpecah belah dan terkadang berperang sesama sendiri untuk mempertahankan kekuasaan. Mereka juga tidak segan-segan meminta bantuan negara Salib untuk menggempur saudara mereka sendiri. Para pemimpin negara hidup dengan mewah, sedangkan rakyat jelata hidup dalam kemiskinan.

Salahudin berbangsa Kurdi dan sejak kecil telah dilatih ilmu militer oleh bapak saudaranya, Asadudin, dan ilmu agama oleh ayahnya sendiri. Ketika dewasa Salahudin menyertai pasukan berkuda Sultan Aleppo. Salahudin kemudian pindah ke Mesir. Di sana beliau betul-betul menjadi seorang yang sangat mencintai agama Islam. Cita-cita beliau adalah untuk merebut kembali Baitul Maqdis dari kekuasaan tentara Kristen. Untuk mencapai tujuan tersebut, Salahudin bercita-cita untuk memperkuat tentara Islam. Bagaimana Salahudin menggapai cita-citanya tersebut?

Impian itu tercapai ketika Salahudin dilantik menjadi ketua angkatan bersenjata Mesir. Beberapa tahun kemudian beliau dilantik menjadi perdana mentri Mesir. Saya baru tahu, ketika Salahudin dilantik menjadi perdana mentri Mesir dan kemudian menajadi sultan di kemudian waktu, pada saat itulah kekuasaan Fatimyiah yang beraliran Syiah berakhir di Mesir. Setelah itu beliau banyak mendapat gangguan dari bekas-bekas petinggi Fatimiyah. Mulai dari usaha mengadu domba rakyat Mesir, percobaan pembunuhan beliau, bahkan yang paling parah adalah dengan mengajak tentara Salib untuk menyerang Mesir atau daerah-daerah yang berbatasan dengan Mesir.

Jadi bisa dibayangkan bagaimana beratnya usaha beliau untuk menyatukan Mesir, Syiria, Hizas dan Yaman dalam satu pemerintahan. Tidak mudah melakukan penyatuan ini. Terkadang beliau harus menggunakan kekuatan bersenjata, terkadang dengan kekuatan diplomasi. Tetapi kebanyakan dengan kekuatan bersenjata. Untuk keperluan ini beliau membangun angkatan bersenjata yang sangat kuat. Tentara yang kuat ini diperlukan untuk menghalang usaha-usaha tentara Salib mengambil alih Mesir. Aku juga baru mengetahui, ternyata tentara Salib juga pernah berusaha untuk merebut Mekkah dan Madinah.

Birnis panglima tentara Salib berkata kepada Raja Reymond, “Tentara kita berhasil menguasai Masjid Aqsa, tetapi ada dua buah mesjid lagi yang belum kita kuasai yaitu Mesjid Nabi Muhammad di Madinah dan Mesjid Haram di Mekah.”

Untungnya Sultan Salahudin mengetahui usaha mereka dan segera mengerahkan tentaranya ke sana. Kalau tidak, mungkin sekarang ini umat Islam tidak bisa naik haji lagi ke Mekah.

Puncak perjuangan Salahudin adalah ketika tentaranya berhasil mengalahkan tentara Salib di Hittin. Keberhasilan ini membawa kepada kejatuhan Baitul Maqdis pada tanggal 15 Oktober 1187M atau hari Jum’at 27 Rajab 583H. Tentara Salib membantai penduduk Islam Jerusalem hingga tidak bersisa. Sebelumnya lagi, tentara Salib di bawah pimpinan Raja reymond telah menakluk satu tempat yang bernama Maaratun Nu’man. Di sana mereka membantai lebih dari seratus ribu umat Islam dan melempar mayat mereka ke api. Tetapi apabila kota Jerusalem berhasil ditaklukkan oleh tentara Islam pada tanggal 15 Oktober 1187, Salahudin memerintahkan tentaranya supaya tidak membunuh para tawanan Kristen. Dia memberikan dua alternatif pada tawanan Kristen itu, masuk Islam atau membayar sejumlah tebusan untuk kebebasan mereka.

Banyak juga tentara Salib yang menjadi tawanan perang yang dibebaskan setelah membayar 10 dinar. Ada puluhan ribu jumlahnya. Tentara yang dilepaskan inilah di kemudian hari berusaha mengambil alih Jerusalem di bawah pimpinan Raja Richard. Usaha pengambilalihan ini berakhir dengan perjanjian damai dengan tentara Salib.

Setelah berhasil mengambil alih Jerusalem dan membuat perjanjian dengan tentara Salib. Salahudin Ayubi kembali ke Damsyik dan memerintah dari Mesir hingga ke Yaman. Beliau meninggal dunia karena sakit.

banyak kesamaan kondisi Islam pada zama Sultan Salahudin dan zaman sekarang. Aku bahkan bisa menduga untuk bangkit menjadi kekuatan dunia lagi, Islam memerlukan seorang pemimpin yang sangat kuat yang mampu menyatukan negara-negara Islam baik dengan kekuatan bersenjata ataupun diplomasi. Kalau sekedar anjuran agar umat Islam bersatu melupakan pertentangan sesama sendiri, aku kira itu tidak akan berhasil. Aku juga sangat yakin kalau negara barat tidak menginginkan negara-negara Islam bersatu. Mereka menggunakan berbagai cara untuk memecahbelahkan negara-negara Islam. Segala usaha untuk menyatukan negara Islam dianggap sebagai kelompok Islam fundamentalis.

http://blog.wiemasen.com

RSS Trackback URL wandono | September 23, 2010 (4:05 pm)

Uncategorized

3 Comments

Write a Comment»
  1. 1

    http://surabaya.olx.co.id/supra-x-thn-2002-cakram-istimewa-jual-cepat-iid-199101090

  2. 2

    Kalo sama2 muslim ya harusnya gpp toh… apalagi bukan aliran sesat… jangan2 ayahnya punya calon khusus ? ya di diskusikan aja agar tercapai mufakat ok.

  3. 3

    bagaimana menurud anda kalau menjadi saya. Saya mw menikah tapi dilarang ayah saya karena berbeda aliran, padahal agama sama2 islam dan bukan Islam yg sesat juga, Terima kasih

Write a Comment







For spam filtering purposes, please copy the number 4584 to the field below: