kayaknya makin ramai aja… apalagi ada wacana blokir situs2 tertentu…

Udah liat ? kenal ga sama wilders ? dan kenapa dia bikin film gini ?

dia bilang dia ga anti sama muslim tapi sangat membenci Al-Qur’an …

padahal :

Islam = Muslim = Al-Quran dibolak balik muter ya gitu… satu kesatuan…

Cuma alasan wilders aja bilang ga benci muslim hehehe…

Bagi yang belum tahu, si Wilders ini sejak tahun lalu gencar sekali menyuarakan semangat anti Islam .

Dia bilang, ajaran Al-Qur’an adalah akar dari terorisme dan kekerasan, dan karena itu harus dilarang. Kalau pun tetap dipertahankan, ya harus dibuang sebagian besar halamannya.

>> hehehe…. padahal dia ga “membaca” beneran, tapi cuma liat2 aja… :p

Belum puas, dia ingin membuktikannya dengan membuat film anti-Quran.

>> nah itu filmnya yang berjudul fitna… judul ga jelas, ga layak jual hehehe…

Ulahnya itu bikin takut pemerintah dan warga Belanda.

Pemerintah Netherland berkali2 menyatakan bahwa tindakan Wilders itu tidak ada sangkut pautnya dengan kerajaan. Bahkan mereka sudah bikin simulasi evakuasi buat kedubes2 mereka di negeri2 Muslim.

Juga melobi para tokoh Islam di NL agar melobi umatnya agar tetap tenang.

Konon Wilders menguasai televisi….. iklan nya pasti banyak tuh.. kaya deh :p

Lucunya ,Orang2 Netherland sendiri ga suka sama dia. hehehe…

Tabloid gratisan “Amsterdam Weekly” (www.amsterdamweekly.nl) menulis bahwa banyak yang bosan dan gerah dengan ulah Wilders. di halaman depan tertulis: “Aduh, Lagi-Lagi Berita Soal Wilders!”.

nah orang belanda aja bosen … apa kita mau tetep ngurusi wilders ? :p

Apr 01 2008

Boikot Produk Belanda !

wandono | Umum | 0 Comments

Mantan PM Malaysia, Mahathir Mohamad, mengajak umat Islam sedunia yang berjumlah 1,3 miliar memboikot produk Belanda. Ajakan itu menyusul penayangan film Fitna oleh politisi sayap kanan Belanda, Geert Wilders, di internet, Kamis (27/3) lalu.

”Kalau Muslim bersatu memboikot produk Belanda, negara itu akan bangkrut karena yang memboikot banyak sekali,” kata Mahathir seperti dikutip surat kabar berbahasa Melayu, Utusan Malaysia, Ahad (30/3).

Bila boikot berjalan efektif, hal itu akan memaksa perusahaan-perusahaan Belanda untuk menutup usahanya. ”Sebagian penduduk Muslim adalah orang-orang kaya yang juga pengimpor terbesar produk Belanda,” katanya. Khawatir atas ancaman boikot itu, pengusaha Belanda yang tergabung dalam organisasi bernama VNO-NCW mengancam balik Wilders bila boikot itu menjadi kenyataan. Mereka menyadari aksi boikot dapat menimbulkan kerugian ekonomi, berupa tersendatnya kegiatan ekspor.

”Saya tidak tahu apakah Wilders orang kaya atau mengasuransikan dirinya dengan baik. Jika akhirnya terjadi boikot terhadap produk Belanda, kami akan mempertimbangkan agar dia memikul tanggung jawab,” kata Ketua VNO-NCW, Bernard Wientjes, kepada surat kabar Het Financial Dagblad.

Usai peluncuran, Kamis (27/3) malam, kepada wartawan Wilders mengaku film itu dibuat karena Islam dan Alquran membahayakan kebebasan. ”Dan, saya ingin mengingatkan orang akan hal itu.” Namun, film itu justru ditentang Pemerintah Belanda. ”Film itu menyamakan Islam dengan kekerasan. Kami menolaknya,” kata PM Belanda, Jan Peter Balkenende, akhir pekan lalu.

Menlu Malaysia, Rais Yatim, meminta Wilders bertanggung jawab penuh atas dampak publikasi film Fitna. ”Menggambarkan Islam sebagai agama yang mendorong kekerasan adalah menyesatkan,” katanya. Sementara itu, Menlu Mesir, Ahmed Abul Gheit, mendesak negara-negara Barat memberlakukan UU yang menjerat pelaku penistaan terhadap simbol-simbol agama, pelanggaran HAM, dan rasisme.

Dalam pertemuan dua hari di Slovenia kemarin, para menlu negara-negara Uni Eropa (UE) memberi dukungan penuh kepada Pemerintah Belanda atas penolakan film buatan Wilders. Pernyataan yang ditandatangani 27 menlu UE itu menolak menyamakan Islam dengan kekerasan, seperti yang digambarkan film Fitna.

”Mayoritas Muslim menolak ekstremisme dan kekerasan,” demikian pernyataan menlu UE. Muslim, Kristen, dan semua pemeluk keyakinan harus hidup berdampingan secara damai dan saling menghormati. ”Yang jadi masalah bukan agama, tapi penyalahgunaan agama untuk melakukan kebencian dan tidak toleran.’

Deputi PM Singapura, Wong Kan Seng, menambahkan kebebasan berekspresi tak mengizinkan siapa pun untuk menghina agama atau ras lain. Sementara itu, Ketua Persatuan Ulama Islam Dunia, Yusuf Qaradhawi, menyambut baik sikap Pemerintah Belanda yang menyatakan film itu tak mewakili masyarakatnya.

Di dalam negeri, Ketua Umum DPP PPP, Suryadharma Ali, meminta Pemerintah Belanda menghukum warganya setimpal dengan perbuatan yang melecehkan Islam. ”Lebih baik mengorbankan satu warganya daripada merusak hubungan kedua negara,” katanya di Jepara, Jawa Tengah.